DEMOKRASI TIDAK AKAN MAJU JIKA RAKYAT HANYA BERPIKIR DALAM “KOTAK”
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar
Dalam masyarakat yang lama hidup dalam konflik politik, perang, atau dominasi kelompok tertentu, rakyat sering dibentuk untuk berpikir sempit.
Pilihan politik akhirnya hanya berputar:
si A atau si B,
kelompok ini atau kelompok itu,
tokoh lama atau tokoh lama lainnya.
Akibatnya, rakyat tidak lagi menilai:
gagasan,
kemampuan,
moral,
sistem,
dan masa depan.
Tetapi hanya melihat:
“dia kelompok siapa?”
DEMOKRASI BUKAN MEMILIH TOKOH SECARA FANATIK
Ketika seseorang dikritik, sebagian masyarakat langsung mencari tokoh lawannya.
Misalnya:
kalau tokoh ini dianggap gagal,
maka pikiran langsung kembali ke tokoh lama.
Padahal demokrasi bukan pertarungan dua nama saja.
Demokrasi seharusnya membuka ruang:
lahirnya pemimpin baru,
gagasan baru,
sistem baru,
dan cara berpikir baru.
Kalau rakyat hanya melihat pilihan dalam lingkaran elite lama, maka demokrasi akan berjalan di tempat.
POLITIK KOTAK MEMBUAT RAKYAT KEHILANGAN IMAJINASI MASA DEPAN
Bahaya terbesar politik bukan hanya korupsi kekuasaan.
Tetapi ketika rakyat tidak lagi mampu membayangkan alternatif di luar kelompok yang selama ini mendominasi.
Akhirnya masyarakat terjebak:
loyalitas emosional,
sejarah kelompok,
dan ketakutan meninggalkan identitas politik lama.
Padahal negara maju lahir karena rakyat berani:
mengevaluasi semua kelompok,
mengganti pola lama,
dan membuka jalan bagi generasi baru.
RAKYAT HARUS BELAJAR MELIHAT SISTEM, BUKAN SEKEDAR TOKOH
Tokoh bisa datang dan pergi.
Tetapi:
sistem yang sehat,
budaya demokrasi,
kebebasan berpikir,
dan pendidikan politik rakyat, itulah yang menentukan masa depan daerah dan negara.
Kalau rakyat hanya sibuk membela tokoh, sementara sistem rusak, maka siapa pun pemimpinnya hasilnya akan berulang.
DEMOKRASI MEMBUTUHKAN
KEBERANIAN BERPIKIR KELUAR DARI KOTAK
Rakyat merdeka bukan rakyat yang sekadar ikut arus kelompok.
Tetapi rakyat yang berani bertanya:
apakah sistem ini sehat?
apakah pemimpin bekerja untuk rakyat?
apakah demokrasi berjalan benar?
apakah generasi baru diberi ruang?
Karena masa depan tidak akan berubah, jika pikiran rakyat terus dikurung dalam kotak politik lama.