MENGUKUR POLITIK ACEH DENGAN ILMU, BUKAN DENGAN PENCITRAAN
Rakyat Jangan Terus Dibodohi oleh Tampilan Luar Politik hari ini terlalu sering dipenuhi pertunjukan. Orang dinilai dari pakaian, slogan, kelompok, pencitraan media sosial, dan kemampuan memainkan emosi masyarakat. Padahal masa depan rakyat tidak ditentukan oleh tampilan luar. Masa depan rakyat ditentukan oleh isi pemikiran, moral, ilmu, dan cara memahami negara. Karena itu rakyat Aceh harus mulai belajar mengukur politik dengan ilmu, bukan dengan simbol semata. POLITIK BUKAN SOAL TAMPILAN, TETAPI SOAL SUBSTANSI Banyak orang terlihat hebat di depan kamera. Banyak orang terlihat dekat dengan rakyat saat musim politik. Banyak orang memakai simbol agama dan budaya untuk menarik simpati masyarakat. Tetapi pertanyaannya adalah: Apakah mereka memahami bagaimana negara harus dijalankan? Apakah mereka memahami hak rakyat? Apakah mereka memahami demokrasi, hukum, ekonomi, pendidikan, dan tata kelola pemerintahan? Karena negara tidak dibangun dengan drama dan pencitraan. Negara d...