"Dalam Kasus Global, Sulit Pemerintah Mengelabui Rakyat Dengan Kebijakan Publiknya"

Selamat Pagi Sahabat,

Ayo Berpikir Rasional,,,,
Ini hanya saran terkait Ibadah menghadapi Corona, yang mau ikut silakan, yang gak mau ikut ya gak apa-apa. Biasa ajalah,,,kita semua ada persepsi sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia.

Strategy Menghadapi Wabah Bagi Rakyat Aceh Sesuai Karakter Kita, saya menyingkatnya sbb:
BKP, BC, BSM, BST, MI, TI, JMRB.

BKP (Bek Klo Prip)
BC (Bek Congkak)
BSM (Bek Sok Malem)
BST (Bek Sok Tau)
MI (Mita Informasi)
TI (Tuntut Ilme)
JMRB (Jadilah Manusia Rasional dan Beriman)
Singkatkan aja dengan bahasa yang mudah diingat dengan fomasi lain krn singkatan saya bukan baku dan kaku.

Dalam perkara Masalah Bersama ummat manusia atau masyarakat dunia itu kecil kemungkinan terjadi politisasi. Misalnya pemerintah yang diwakili Menteri Agama mengeluarkan kebijakan publik yg bertentangan dengan kebijakan normatif tentu menjadi sesuatu yg Aneh dimata global sehingga dapat dengan mudah menjadi pembicaraan di ranah internasional dan ini membahayakan pemerintah itu sendiri.

Dalam hal penanganan wabah corona, tentu pemerintah RI akan berhati-hati karena jika dlm kebijakan publik dan memberikan pendidikan sosial juga salah kaprah, maka sempurnalah kelemahan pemerintah setelah mereka juga tidak mampu memberi biaya rumahkan (stay athome) masyarakatnya sebagaimana rata-rata kebijakan di negeri lain.

Secara logika, apapun yang menjadi kebijakan publik tentang instruksi pemerintah itu sudah pasti yg terbaik dan setelah mempelajari dan meminta pendapat para ahli, ahli sejarah yang berkenaan dgn masalah, pemuka semua agama, dll. Pemerintah punya semua instrumen pengambilan keputusan untuk itu.

Semoga bermanfaat,,,
Salam


Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil