Hidup Sibuk, Tapi Mati Bisa Datang Tanpa Peringatan
Goodfa...
Kita tiap hari sibuk, bro. Bangun pagi, kerja jungkir balik, urus politik, cari untung, atur strategi. Rasanya semua penting, semua mendesak. Kita pikir kita menguasai hidup ini.
Tapi bro, sebenarnya hidup dan mati dipisahkan oleh garis tipis yang hampir tak terlihat. Hari ini kita berlari, esok bisa saja tubuh ini berhenti. Tangan yang bekerja keras, pikiran yang sibuk, rencana dan ambisi yang kita bangun—semua itu bisa hilang dalam sekejap. Aktivitas yang kita anggap penting, bisa lenyap begitu saja, seolah tidak pernah ada.
Lihat sekeliling, bro. Banyak orang berlari untuk kekayaan, kekuasaan, dan nama. Tapi ketika maut datang, semua itu lenyap. Tidak ada yang bisa dibawa. Tidak ada yang bisa dipertahankan.
Makanya manusia harus selalu ingat pada Tuhannya, pada pahala dan dosa, serta pada hak dan kehidupan orang lain. Aktivitas tanpa makna, kerja keras tanpa kebaikan, politik tanpa keadilan—semua akan hilang begitu saja saat kematian datang.
Yang abadi bukan harta, gelar, atau kemenangan sementara. Yang abadi adalah tulisan yang memberi wawasan, gagasan yang mengubah hidup orang lain, dan kebaikan nyata yang kita tinggalkan. Itulah yang tetap hidup walau tubuh kita tiada.
Bro, hidup bukan soal seberapa sibuk kita atau seberapa banyak yang kita capai. Hidup soal apa yang kita tinggalkan, apa yang kita ubah, dan cahaya yang kita sebarkan ke orang lain. Gunakan garis tipis antara aktivitas dan kematian itu untuk membuat hidup kita berarti, bercahaya, dan memberi jejak bagi banyak orang. Jangan biarkan waktu berlalu sia-sia, karena setiap detik yang kita lalui bisa menjadi bagian dari sejarah yang abadi.