Tidak Rasional Caleg Ngemis Suara
Bukan soal kedekatan fisik antara orang pilih dan caleg bersangkutan. Karena dalam rakyat yang sudah membudayakan membaca maka mereka tidak terpengaruh dengan timses yang mendatangi pemilih untuk menjanjikan sesuatu apalagi menyogoknya. Karena mereka sudah melihat Wakil Rakyat sebagai jabatan publik yang mereka memiliki mentalitas memposisikan diri dalam pembangunan secara terbuka.
Jadi Pendekatan Bagaimana??
Pendekatan hati dengan rakyat dan pendekatan pemikiran. Itulah ikatan komunikasi antara pemimpin atau orang-orang yang mewakili rakyat.
Bila sebatas kedekatan fisik sebagaimana kita memilih belakangan ini dengan moto meunyo kon ie leuhop, atau sajan tanyoe dan lain-lain maka tidak berbeda dengan persengkokolan kelompok. Tidakkah kita ingat bahwa yang kita perangi ketika reformasi adalah kolusi, korupsi dan nepotisme. Sedangkan sistem kampanye yang kita pelihara sekarang teegolong nepotisme murni.
Semoga kita segera tersadar dan mampu membangun kembali dari puing-puing dan residu sistem pembangunan rakyat kita.
Wassalam